LAMA PENYIMPANAN SERUM, PLASMA EDTA, PLASMA SITRAT TERHADAP TITER WIDAL PADA TERSANGKA DEMAM TIFOID

Erisa Rizkiawati, Nina Marliana, Rohayati Rohayati, Iis Kurniati

Abstract

Demam tifoid merupakan jenis terbanyak dari salmonelosis. Jenis lain dari demam enterik adalah demam paratifoid yang disebabkan oleh S. paratyphi A, S. paratyphi B dan S. paratyphi C. Demam tifoid memperlihatkan gejala lebih berat dibandingkan demam enterik yang lain. Pemeriksaan widal pada umumnya menggunakan serum, karena tidak tercampur dengan zat lain yang dapat menjadi pengaruh. Namun pada beberapa klinik dan rumah sakit biasa menggunakan sampel plasma, karena biasanya pemeriksaan widal dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan hematologi rutin. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan serum, plasma EDTA, dan plasma sitrat terhadap hasil titer pemeriksaan widal pada tersangka demam tifoid. Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimen semu. Sampel yang digunakan sebanyak 5 orang tersangka demam tifoid. Dilakukan pemeriksaan widal dengan sampel serum, plasma EDTA, dan plasma sitrat dengan variasi lama penyimpanan 0, 1, dan 2 hari. Pemeriksaan widal dilakukan dengan menggunakan metode slide. Dari hasil penelitian didapatkan hasil titer minimum 80 dan maksimum 320 pada serum dan plasma EDTA, sedangkan untuk sampel plasma sitrat didapat hasil minimum 80 dan maksimum 160. Dengan uji statistik diperoleh p. value (sig) 0,008 < sig 0,05, dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh jenis sampel terhadap pemeriksaan widal.

Full text article

Generated from XML file

References

1. Jawetz, Melnick dan Adelberg. 2008. Mikrobiologi Kedokteran. Jakarta : EGC
2. Widagdo. 2011. Masalah dan Tata Laksana Penyakit infeksi Pada Anak. Jakarta
3. Agus Syahrurachman, dkk. 1994. Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran edisi Revisi. Jakarta : Bina Rupa Aksara
4. Guder WG. 2002. The Quality Of Diagnostic Samples. Terdapat di : www.diagnosticsample.com. Tanggal 1 Februari 2019
5. Irianto, Koes. 2014. Bakteriologi Medis, Mikologi Medis, Dan Virologi Medis. Bandung : Alfabeta
6. Ganong, Wiliam. F. 2008. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta : EGC
7. Riswanto. 2013. Pemeriksaan Laboratorium Hematologi. Yogyakarta : Alfamedia dan Kanal Medika
8. Price, Sylvia A & Wilson, Lorraine M. 2005. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Jakarta : EGC
9. Gandasoebrata. 2007. Penuntun Laboratorium Klinik. Jakarta : Dian Rakyat
10. Astuti, O. R. 2013. Demam Tifoid. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta.
11. Handojo, Indro. 2014. Imunoasai Terapan Pada Beberapa Penyakit Infeksi. Surabaya : AUP

Authors

Erisa Rizkiawati
erisarizkiawati252@gmail.com (Primary Contact)
Nina Marliana
Rohayati Rohayati
Iis Kurniati
Rizkiawati, E., Marliana, N., Rohayati, R., & Kurniati, I. (2019). LAMA PENYIMPANAN SERUM, PLASMA EDTA, PLASMA SITRAT TERHADAP TITER WIDAL PADA TERSANGKA DEMAM TIFOID. JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, 11(1), 358-364. https://doi.org/10.34011/juriskesbdg.v11i1.763
Copyright and license info is not available

Article Details

Most read articles by the same author(s)