Makanan Selingan Tinggi Serat dan Rendah Indeks Glikemik untuk Penderita Diabetes Melitus Tipe 2

  • Tri Rusti Marlina gizi
  • Mimin Aminah
  • Mira Mutiyani
  • suparman suparman
  • abd rizky fauzy r

Abstract

Prevalensi Diabetes Melitus di Indonesia pada tahun 2013 cenderung mengalami kenaikan, yaitu  2,1% dibandingan pada tahun 2007, yaitu 1,1%. Prevalensi berdasarkan jenis kelamin, berdasarkan riskesdas 2013 perempuan cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki. Terapi diet merupakan hal yang sangat penting dalam mencegah DM, mengelola DM jika sudah terjadi, dan mencegah atau memperlambat tingkat perkembangan komplikasi DM. terapi diet diabetes melitus yang sudah diterapkan, yaitu 3J Jenis, jumlah, dan jadwal, tetapi penderita DM masih belum diterapkan prinsip tersebut. Snack bar beras hitam kedelai hitam sebagai makanan selingan tinggi serat dibutuhkan untuk penderita diabetes melitus tipe 2 agar kadar gula darah tetap stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi snack bar beras hitam kedelai hitam yang sesuai dengan sifat organoleptik, kadar serat, dan indeks glikemik. Desain penelitian studi eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Metode penelitian menggunakan uji hedonik untuk mengetahui sifat organoleptik, enzimatik gravimetrik untuk uji serat, dan indeks glikemik campuran. Formulasi snack bar beras hitam kedelai hitam terdiri dari tiga imbangan, yaitu F1 (65% : 35%), F2 (70% : 30%), dan F3 (80% : 20%). Hasil uji kruskal wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan pada  uji hedonik warna, aroma, rasa, dan tekstur. F3 unggul pada aspek warna, aroma, rasa, dan tekstur. Diharapkan dilakukan penelitan lanjutan untuk mengetahui efektifitas Snack bar beras hitam kedelai hitam terhadap responden dengan diabetes melitus tipe 2.


Kata Kunci : Snack Bar, Sifat Organoleptik, Serat, Indeks Glikemik

References

1. Riskesdas. 2007. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar RISKESDAS Indonesia Tahun 2007. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
2. Riskesdas. 2007. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar RISKESDAS Indonesia Tahun 2007. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
3. Riskesdas. 2007. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar RISKESDAS Indonesia Tahun 2007. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
4. Magdalena, Cesil. 2016. Hubungan Penerapan 3J (Jumlah Jenis Jadwal) dan Aktivitas Fisik terhadap Status Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Posbindu Wilayah Kerja Puskesmas Ciputat Tahun 2016. Jakarta: UIN Jakarta.
5. Juwi, Prayugo S,P. 2012. Pola Diit Tepat Jumlah, Jadwal, Dan Jenis Terhadap Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Mellitus Tipe II. Jurnal STIKES Volume 5, No.1.
6. Franz MJ. Medical Nutrition Theraphy for Diabetes Mellitus and Hypoglycemia of Nondiabetic Origin. In: Mahan LK, Stump SE, editors. Krause’s Food and the Nutrition Care Process 13th edition. Philadelphia: WB Saunders Company; 2012. p. 675-710 dalam jurnal Avianti SelvGibson RS. Principles of Nutritional Assessment. New York: Oxford; 2005. 384-387.
7. 2013. Kandungan zat gizi dan tingkat kesukaan snack bar ubi jalar kedelai hitam sebagai alternatif makanan selingan penderita.
8. Nadimin, Dara Ayu Sri, Sadariah. 2009. Pengaruh Pemberian Diit DM Tinggi Serat terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pasien DM Tipe 2 di RSUD Salewangang Kab Maros. Makasar: Media Gizi Pangan Vol, VII, Edisi 1.
9. Persagi. 2009. Tabel Komposisi Pangan Indonesia. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
10. Hu AE, Pan A, Malik VS, Sun Q. White rice consumption and risk of type 2 diabetes: meta-analysis and systematic review. BMJ. 2012;1-9. doi: 10.1136/bmj.e1454. 15.
11. Indrasari SD, Purwani EY, Wibowo P, Jumali. Glycemic indices of some rice varieties. Indonesian Journal of Agriculture 2010;3(1):9-16. 16.
12. Roufiq, Noor. 2014. Nilai Indeks Glikemik VS Diabetes Melitus (DM). http://diabetesmelitus.org/daftar-indeks-glikemik-makanan/ diakses pada tanggal 29 september 2018: BPTP Kaltim.
13. USDASR25_National Nutrient Database for Standard Reference. sweetpotato,soybean,butter, margarine. United States: U.S. Departement of Agriculture Nutrient Data Laboratory and HealtheTech, Inc; 2012
14. Malencic D, Cvejic J, Miladinovic J. Polyphenol Content and Antioxidant Properties of Colored Soybean Seeds from Central Europe. J Med Food 2012;15:85-95.
15. Avianty, Selma dkk. 2013. Kandungan Zat Gizi dan Tingkat Kesukaan Snack Bar Ubi Jalar Kedelai Hitam sebagai Alternatif Makanan Selingan Penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Semarang. Artikel Penelitian Program Studi Ilmu Gizi. Halaman 625.
16. Puslitbang. 2009. Beras Hitam Pangan Berkhasiat yang Belum Populer. Bogor : Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 31 No 2.
17. Hariyadi P. 2005. Mencermati label dan iklan pangan. http://web.ipb.ac.id. [4 Juni 2010].
18. Fitri RI, Yekti W. 2014. Hubungan Konsumsi Karbohidrat, Konsumsi Total Energi, Konsumsi Serat, Beban Glikemik, dan Latihan Jasmani dengan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. JNH. 2(3) : 1-27
19. Rimbawan, dan A. Siagian. 2004. Indeks Glikemik Pangan, Cara Mudah Memilih Pangan yang Menyehatkan. Penebar Swadaya. Jakarta.
20. Shore. Fruit consumption and risk of type 2 diabetes. BMJ 2011; 4(2): 30-45.
21. Bin Arif, Abdullah, dkk. 2013. Nilai Indeks Glikemik Produk Pangan dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Bogor: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Pertanian.
22. Arora SK, Farlane SI. The case for low carbohydrate diets in diabetes magement. Nutr Metab 2012; 16(2): 35-46.
Published
2019-07-10
How to Cite
MARLINA, Tri Rusti et al. Makanan Selingan Tinggi Serat dan Rendah Indeks Glikemik untuk Penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung, [S.l.], v. 11, n. 2, p. 51-59, july 2019. ISSN 2579-8103. Available at: <https://juriskes.com/ojs/index.php/jrk/article/view/659>. Date accessed: 06 june 2020. doi: https://doi.org/10.34011/juriskesbdg.v11i2.659.

Most read articles by the same author(s)