Peranan Jus Jambu Biji Merah Terhadap Kadar Asam Urat pada Penderita Hiperurisemia

  • Yuniarti Diana Poltekkes Kemenkes Bandung
  • Gurid Pramintarto Eko Mulyo Poltekkes Bandung
  • Osman Syarief Poltekkes Bandung
  • Mira Mutiyani Poltekkes Bandung
  • Syafitri Sukmawati Poltekkes Bandung

Abstract

Pengendalian hiperurisemia dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C. Jus jambu biji merah merupakan salah satu produk yang mengandung vitamin C yang baik untuk penderita hiperurisemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian jus jambu biji merah terhadap kadar asam urat pada penderita hiperurisemia di wilayah kerja puskesmas pasirkaliki kota cimahi. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen dengan sampel purposive sampling. Sampel berjumlah 14 orang. Sampel diberikan jus jambu biji merah, dengan jumlah jambu biji merah yang diberikan sebanyak 200 gr selama 7 hari berturut-turut. Data yang dikumpulkan meliputi kadar asam urat dari hasil pengukuran sebelum intervensi dan sehari setelah intervensi. Hasil penelitian yang didapat, ada pengaruh pemberian jus jambu biji merah penurunan terhadap kadar asam urat sebanyak 0,31 mg/dl (p=0,021) pada penderita hiperurisemia. Berdasarkan hasil penelitian, mengonsumsi jus jambu biji merah dapat dijadikan alternatif untuk menurunkan kadar asam urat pada penderita hiperurisemia.


Kata kunci: Hiperurisemia, Kadar Asam Urat, Jus Jambu Biji Merah, Vitamin C


 


ABSTRACT


Control of hyperuricemia can be done by consuming foods that contain vitamin C. Red guava juice is one product that contains vitamin C which is good for patients with hyperuricemia. The purpose of this study was to determine the effect of guava red juice on uric acid levels in patients with hyperuricemia in the work area of ​​Pasirkaliki health center in Cimahi City. The research design used was Quasi Experiment with a purposive sampling sample. The sample is 14 people. Samples were given red guava juice, with the amount of red guava given as much as 200 gr for 7 consecutive days. The data collected included uric acid levels from the measurement results before the intervention and the day after the intervention. The results of the study obtained, there was an effect of the administration of red guava juice decreased to uric acid levels as much as 0.31 mg / dl (p = 0.021) in patients with hyperuricemia. Based on the results of the study, consuming red guava juice can be used as an alternative to reduce uric acid levels in patients with hyperuricemia.


Key words: Hyperuricemia, Uric acid levels, Guava Juice, Vitamin C

References

1. Sacher RA. Tinjauan Klinis Hasil Pemeriksaan Laboratorium. Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC; 2014.
2. Wortmann RL. Harrison Prinsip-prinsip Ilmu Penyakit Dalam Edisi 14 Volume 5. Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC; 2015.
3. Putra TR. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. iii. Jakarta: Interna Publishing; 2017. 3181 p.
4. Kementerian Kesehatan RI. Buku Saku Asupan Gizi di Puskesmas. Jakarta; 2012.
5. Nazulatul A. Hubungan Asupan Bahan Makanan Sumber Purin, Vitamin C, dan Cairan Dengan Kadar Asam Urat pada Pasien Hiperurisemia Rawat Jalan di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang. 2017; Available from: http://repository.unimus.ac.id/520/
6. Pusriningsih S. Hubungan Asupan Purin, Vitamin C dan Aktivitas Fisik Terhadap Kadar Asam Urat pada Remaja Laki-Laki. Fak Kedokt Univ Dipenogoro Semarang. 2014;
7. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013. Lap Nas 2013. 2013;1–384.
8. Gao X, Curhan G, Forman JP, Alberto A. Vitamin C Intake and Serum Uric Acid Concentration in Men. J Rheumatol Ingg Natl Institutes Heal. 2010;35(9):1853–8.
9. Kensarah OA, Azzeh FS. Implementing High Vitamin C Treatments to Decrease Blood Uric Acid Levels in Hyperuricemic Saudi Patients. J Am Sci [Internet]. 2012;8(5):462–7. Available from: http://americanscience.org
10. Jasmani. Pengaruh Pemberian Jus Jambu Biji Merah (Psidium guajava Linn) Terhadap Kadar Glukosa Darah dan Resistensi Insulin Pada Tikus Wistar Jantan T (Rattus Novergicus) Prediabetes. Thesis Univ Airlangga. 2016;
11. Aprilianda, Wasita P. The effect of red guava juice ( Psidium guajava Linn . ) in decreasing uric acid and creatinine levels of hyperuricemic white mice ( Mus musculus ). Bali Med J. 2018;7(2):323–9.
12. Setyoningsih R. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hiperurisemia pada Pasien Rawat Jalan RSUP Dr. Kariadi Semarang. Univ Diponegoro. 2009;
13. Fadlilah S, Sucipto A. Analisis faktor yang Berhubungan dengan Kadar Asam Urat pada Masyarakat Dusun Demangan Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. J Keperawatan Respati Yogyakarta [Internet]. 2018;5(1):1–6. Available from: http://nursingjurnal.respati.ac.id/index.php/JKRY/index
14. Ilyas NO, Suprihartono FA, Dewi M. Beberapa Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Hiperurisemia pada Pasien Rawat Jalan di RS Dustira Cimahi. Gizi Indones. 2014;37(2):91–100.
15. Mulyasari A, Dieny FF. Faktor Asupan Zat Gizi yang Berhubungan Kadar Asam Urat Darah Wanita Postmenopause. J Nutr Coll. 2015;4(2):232–42.
16. World Health Organization. Gout dan Asam Urat. 2013; Available from: http://www.searo.who
17. Yunita EP, Fitriana DI, Gunawan A. Hubungan antara Obesitas , Konsumsi Tinggi Purin , dan Pengobatan terhadap Kadar Asam Urat dengan Penggunaan Allopurinol pada Pasien Hiperurisemia. J Farm Klin Indones. 2018;7(1):1–9.
18. Murray R. Biokimia Harper. 25th ed. Jakarta: Penerbit Buku kedokteran EGC; 2005.
19. Rahmi I. Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Kadar Asam Urat. [Skripsi] Fak Kedokt Univ Syiah Kuala. 2016;
20. Tsushima Y, Nishizawa H, Tochino Y, Nakatsuji H, Sekimoto R, Nagao H, et al. Uric Acid Secretion from Adipose Tissue and Its Increase in Obesity *. J Biol Chem. 2013;288(38):27138–49.
21. Toda ESM, Natalia L, Astuti AT. Hubungan obesitas dengan kejadian hiperurisemia di Puskesmas Depok III, Sleman, Yogyakarta. Ilmu Gizi Indones. 2018;01(02):113–9.
22. Jaliana, Suhadi, Sety LOM. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Asam Urat pada Usia 20-44 Tahun di RSUD Bahtremas Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2017. JIMKESMAS. 2018;3(2):1–13.
23. Diantari E, Candra A. Pengaruh Asupan Purin dan Cairan terhadap Kadar Asam Urat Wanita Usia 50-60 Tahun di Kecamatan Gajah Mungkur, Semarang. J Nutr Coll [Internet]. 2013;2:44–9. Available from: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jnc
24. Tamboto RR, Sahelangi O, Robert D. Pengaruh Konseling Gizi terhadap Asupan Makanan Tinggi Purin dan Kadar Asam Urat pada Pasien Gout Arthritis di Puskesmas Rurukan Tomohon. GIZIDO. 2016;8(2):12–21.
25. Ilmiyati L. Hubungan asupan purin, vitamin c dan status gizi dengan kadar asam urat pada lansia di posyandu lansia panjang yuswo kelurahan pajang kecamatan laweyan kota surakarta. Univ Muhammadiyah Surakarta. 2017;
Published
2019-07-10
How to Cite
DIANA, Yuniarti et al. Peranan Jus Jambu Biji Merah Terhadap Kadar Asam Urat pada Penderita Hiperurisemia. Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung, [S.l.], v. 11, n. 2, p. 33-44, july 2019. ISSN 2579-8103. Available at: <https://juriskes.com/ojs/index.php/jrk/article/view/669>. Date accessed: 06 june 2020. doi: https://doi.org/10.34011/juriskesbdg.v11i2.669.