The effect of health education on the anxiety level of families with mentally retarded children
Abstract
Background: Limited intellectual abilities in children with mental retardation have an impact on low learning ability and difficulty in adapting to social demands. This causes anxiety in the family of a mentally retarded child due to fears for the condition and future of the child.
Objective: This study aimed to analyze the effect of health education on the level of anxiety in families with mentally retarded children in State Special Needs School Bangkinang Kota.
Methods: This quantitative study employed a quasi-experimental design without a control group. The research was conducted at State Special Needs School Bangkinang Kota on May 6, 2024. The population consisted of 64 families with children with intellectual disabilities. A purposive sampling technique was used, with 25% of the population selected as participants, resulting in a total sample of 16 respondents. Anxiety levels were assessed using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS).
Results: Based on the Paired Sample T-test test showed that there were differences in anxiety levels before and after health education with a p value of 0.000.
Conclusion: This means that there is an influence of health education on the level of anxiety of families with mentally retarded children in State Special Needs School Bangkinang Kota. The school is expected to provide health education to families about mental retardation.
Full text article
References
2. Aziz Alimul Hidayat. Ilmupengasuhan anak. Jakarta: Salemba Medika; 2013.
3. Badan Penegakan Hukum Nasional. Undang-Undang Republik Indonesia nomor 4 tahun 1979 tentang kesejahteraan anak. https://bphn.go.id/data/documents/79uu004.pdf
4. Lihatlah F. Psikologi dan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (Volume 1). Jakarta: LPSP3 UI; 2009.
5. Mapossa JB. Analisis Struktur Kovarian terhadap Indikator Terkait Kesehatan pada Lansia yang Tinggal di Rumah Dengan Fokus pada Persepsi Kesehatan Subjektif. N Engl J Med. 2018;372(2):2499-2508. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/7556065%0Ahttp://www.pubmedcentral.nih.gov/articlerender.fcgi?artid=PMC394507%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.humpath.2017.05.005%0Ahttps://doi.org/10.1007/s00401-018-1825-z%0Ahttp://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/27157931
6. Singh K, Kumar R, NovRattan S, Kumar ND. Studi Beban pada Orang Tua dari Anak-anak dengan Keterbelakangan Mental. J India Menyembuhkan Psikol. 2017; 8 (2) (Februari): 14-20.ISBN: 0973-5755
7. SIAPA. Laporan Global tentang Kesetaraan Kesehatan bagi Penyandang Disabilitas. 2022. https://www.who.int/publications/i/item/9789240063600
8. Fadli R. Keterbelakangan Mental. halodoc. https://www.halodoc.com/kesehatan/retardasi-mental. Juli 2022.
9. Hassall R, Rose J, McDonald J. Parenting stress pada ibu dari anak dengan disabilitas intelektual: Pengaruh kognisi orang tua dalam kaitannya dengan karakteristik anak dan dukungan keluarga. J Intellect Disabil Res. 2005;49(6):405-418. doi: 10.1111 / j. 1365-2788. 2005.00673.x
10. Notoadmodjo S. Teori dan Aplikasi Promosi Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2010.
11. Kurniawan A, Armiyati Y, Astuti R. Pengaruh edukasi kesehatan praoperasi terhadap tingkat kecemasan pada pasien Hernia praoperasi di RS Kudus. JPerawatan. 2020;6(2):139-148. https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/FIKkeS/article/view/1881
12. Fadli, Toalib I, Kassaming. Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat kecemasan pada pasien mayor pra operasi. J Ilmu Kesehatan Diagnosis. Dipublikasikan secara online 2019: 670-674. https://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jikd/article/view/115
13. Nursalam. Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan Pendekatan Praktis. edisi ke-4. Jakarta: Salemba Medika; 2016.
14. Sugioyo. Metode Penelitian Kuantitatif. London: Alfabeta; 2018.
15. Sirat Z, Aesar H. Hubungan Religiusitas dan Kecemasan di kalangan Mahasiswa: Studi Kasus di Universitas Kunduz. Kunduz Univ Int J Islam Stud Soc Sci. 2024;1(2):187-200. doi: 10.71082 / zhes4277
16. Setyarini EA, Niman S, Parulian TS, Hendarsyah S. Prevalensi masalah emosional: stres, kecemasan dan depresi di usia tua. Banteng Melawan Psikother. 2022;4(1):21-27. doi: 10.51214 / bocp.v4i1. 140
17. Jorm AF. Apakah usia tua mengurangi risiko kecemasan dan depresi? Tinjauan studi epidemiologi di seluruh rentang hidup orang dewasa. Psychol Med. 2000;30(1):11-22. doi: 10.1017 / S0033291799001452
18. McLean CP, Asnaani A, Litz BT, Hofmann SG. Perbedaan gender dalam gangguan kecemasan: Prevalensi, perjalanan penyakit, komorbiditas, dan beban penyakit. J Psychiatric Res.2011;45(8): 1027-1035. doi: 10.1016 / j.jpsikire.2011.03.006
19. Chlapecka A, wolfová K, fryčová B, Cermakova P. Pencapaian pendidikan dan kecemasan pada orang Eropa paruh baya dan lanjut usia. Sci Rep. 2023;13(1):1-11. doi: 10.1038 / s41598-023-40196-4
20. Tokić A, Slišković A, Nikolić Ivanišević M. Kesejahteraan orang Tua dari anak-Anak Cacat—Apakah Status Pekerjaan Penting? Soc Sci. 2023;12(8). doi: 10.3390 / socci12080463
21. Shanti Rosmaharani R. Mekanisme Koping Keluarga Dengan Anak Keterbelakangan Mental di SLB Kurnia Asih Ngoro Jombang Efektivitas Psikoedukasi Keluarga dalam Mengubah Mekanisme Koping Keluarga dengan Anak Keterbelakangan Mental di SLB Kurnia Asih Ngoro Jombang Shanti Rosma. Dipublikasikan secara online 2023: 0-5.
22. Suliha. Pendidikan kesehatandalam keperawatan. Yogyakarta: Nuha Medika; 2012.
23. Primadevi I, Yuniarti R. Pengaruh pemberian Edukasi Kesehatan terhadap kecemasan ibu hamil di masa pandemi Covid-19. Maj Kesehatan Indones. 2021;2(2):55-61. doi: 10.47679 / makein.202141
24. Mukhoirotin, Rahmat Ibrahim SR. Pengaruh Pendidikan Kesehatanpada kecemasan Primigravida dalam menghadapi persalinan. Jurnal Kesehatan Reproduksi. 2015;1(3):166-174. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/282391
Authors

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.