REBUSAN SIRIH MERAH MENGURANGI FLUOR ALBUS PADA REMAJA PUTRI

Authors

  • Desi Hidayanti Poltekkes Kemenkes Bandung
  • Riana Pascawati Poltekkes Kemenkes Bandung

DOI:

https://doi.org/10.34011/juriskesbdg.v13i1.1919

Keywords:

red betel leaf, fluor albus, adolescent

Abstract

Pada masa remaja terjadi suatu tahap perkembangan kematangan alat-alat seksual dan tercapai kemampuan reproduksi, yang dinamakan masa pubertas. Salah satu masalah pada masa pubertas yang dialami remaja putri adalah keputihan. Keputihan sangat berisiko terjadi pada remaja sehingga perlu mendapat perhatian khusus. Masalah keputihan tidak bisa diremehkan, jika fluor albusnya sudah dalam kondisi patologis, maka  dapat berakibat sangat fatal bila terlambat ditangani, misalnya dapat menimbulkan kemandulan, radang panggul serta kanker leher rahim. Salah satu penanganan yang dilakukan adalah dengan menggunakan daun sirih yang mengandung antiseptik dan antibiotik alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh daun sirih merah (Piper  crocatum) terhadap  kejadian  fluor albus pada remaja. Penelitian ini menggunakan desain Quasy Experiment dengan teknik one group pre and post test design. Populasi penelitian adalah semua remaja puteri di Pondok Pesantren Al Ittifaq. Sampel adalah remaja puteri dengan kriteria inklusi yang sudah ditetapkan sebanyak 30 responden. Pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Data yang didapatkan adalah data primer hasil laboratorium dan penilaian kuesioner tentang  gambaran fluor albus. Analisa data yang digunakan adalah  uji t dependent karena data berdistribusi data  normal. Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan jumlah bakteri setelah menggunakan daun sirih merah sebesar 0,87 koloni/m2 dan adanya pengaruh daun sirih merah terhadap keputihan pada remaja putri, berdasarkan hasil uji statistik dengan nilai p<0,05 (0.02). Dengan demikian larutan daun sirih merah, sebagai herbal alami dapat digunakan sebagai terapi keputihan pada remaja putri. Herbal ini dapat digunakan dengan mudah oleh masyarakat, selama bahan bakunya tersedia di lingkungan sekitarnya.

References

Azizah, N. 2015. Karakteristik Remaja Putri Dengan Kejadian Keputihan Di SMK Muhammadiyah Kudus. Jurnal JIKK, 6 (1): 57-78.

Fadilla, E., Maya, M., dan John, W. 2014. Pengetahuan Ibu Tentang Keputihan Di Kota Manado.Jurnal e-CliniC (eCl), 2 (2): 1-5.

Fera F, Yulia ID, Dara K. 2016. Pengaruh Penggunaan Air Rebusan Daun Sirih Merah

Terhadap Keputihan Pada Wanita Usia Subur (WUS) di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Tenayan Raya. Jurnal Ners Indonesia, 6(1): 9-18.

Juliantina, Farida., Citra, Dewa A., Nirwani, Bunga., dkk. Manfaat Sirih Merah (Piper crocatum) Sebagai Agen Antibakterial Terhadap Bakteri Gram Positif dan Gram Negatif. Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. 2010.

Kanatasay, Tanisraaj. 2012. Karakteristik Pasien Penderita Leukorea di RSUP H. AdamMalik,Medan pada Tahun 2012 [Skripsi]. Medan:USU.

Karyati, A. 2014. Korelasi Antara Perilaku Vulva Higiene Dengan Kejadian Keputihan Pada Mahasiswi Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tanjung Pura. Skripsi. Pontianak: Universitas Tanjungpura.

Kusmiran, Eny. 2012. Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita. Jakarta: Salemba Medika.

Monalisa, Bubakar, A.R., dan Amiruddin, M.D. 2012. Clinical Aspects Fluor Albus Of Female And Treatment. IJDV, 1 (1): 19-29.

Mutiawati VK. 2016. Pemeriksaan Mikrobiologi Pada Candida Albicans. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala, 16(1): 53-63.

Plants profile, piper ornatum N.E.Br. United States Departement of Agriculture (USDA), Natural Resources Conservation Service. [diunduh 9 April 2019]. http://plants.usda.gov/java/nameSearch.

Putri, O.A. 2013. Gambaran Tingkat Pengetahuan DanSikap Remaja Putri Terhadap Keputihan di SMANegeri 2 Pontianak. Skripsi. Pontianak: UniversitasTanjungpura

Saragih, D.M. 2010.Pengalaman Ibu yang Menderita Keputihan.Karya TulisIlmiah Universitas Sumatera Utara.(http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/19182, diakses 3 Juni2011).

Setiani, Tri Indah, Tri Prabowo, Dyah Pradnya Paramita. 2015. Kebersihan Organ Kewanitaan dan Kejadian Keputihan Patologi pada Santriwati di Pondok Pesantren Al Munawwir Yogyakarta. JKNI. 3(1):39-42.

Soemiati, Atiek, Berna. Uji Pendahuluan Efek Kombinasi Anti Jamur Infus Daun Sirih, Kulit Buah Delima, dan Rimpang Kunyit terhadap Candida Albicans. Makara, Seri Sains. Desember 2001. 6(3):149-154.

Setyana WA. 2013. Analisis Faktor Eksogen Non Infeksi Yang Mempengaruhi Kejadian Keputihan Pada Mahasiswi Di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto. http://repository.ump.ac.id/6163/

Setyadi, Sutisna dan Hryani. 2013. Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Fluor Albus pada Remaja Putri di SMKN 3 Sukabumi Periode 2011/2013. Junal Pendidikan Bidan.

Utami, W. dan Riawati, D. 2014. Sikap Remaja PutriDalam Menjaga Kebersihan Organ GenitaliaEksterna Kelas XI di SMK Gajah Mungkur 2 Giritontro Wonogiri. Jurnal Kebidanan Indonesia, 6(1):9-18.

Mustika W, Astini P, Yunianti NP. 2014. Penggunaan Air Rebusan Daun Sirih Terhadap Keputihan Fisiologis Di Kalangan Remaja Putri Mahasiswa Poltekes Denpasar. Jurnal Skala Husada Volume 11(1):101 – 106.

Werdiyani, N. L. Y. 2012. Hubungan Tingkat PengetahuanRemaja Putri Tentang Kesehatan ReproduksiDengan Kejadian Keputihan Di Smp N 2 BangliBali. Yogyakarta: Universitas Respati.

Wijayakusuma, Prof. H.M. Hembing. Tanaman Obat Untuk Peyakit Anak. Jakarta: Pustaka Poluler Obor. 2006

Wiknjosastro, H, Saifuddin, B, Rachimhadi, Trijatmo. 2002. Radangdan Beberapa penyakit lain padaalat genital wanita in IlmuKandungan. Edisi kedua, Cetakan Ketiga. Jakarta:Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirodihardjo.

WHO. 2009. Mental Health Aspects of Women’s Reproductive Health: A Global Review of the Literature. Geneva: WHO Press.

Zubier, Farida. 2010. Efikasi Sabun Ekstrak Sirih Merah dalam Mengurangi Gejala Keputihan Fisiologis. Majalah Kedokteran Indonesia.

Downloads

Published

2021-05-30

How to Cite

Desi Hidayanti, & Riana Pascawati. (2021). REBUSAN SIRIH MERAH MENGURANGI FLUOR ALBUS PADA REMAJA PUTRI . Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung, 13(1), 246-253. https://doi.org/10.34011/juriskesbdg.v13i1.1919