PEMBERIAN AROMATERAPI JAHE SELAMA 5-10 MENIT MENURUNKAN KELUHAN MUAL MUNTAH PADA PASIEN POST SEKSIO SESAREA

Authors

  • Nur Intan Hayati Husnul Khotimah Universitas Bhakti Kencana (Bhakti Kencana University)
  • Yati Nurhayati Program Studi Sarjana Keperawatan, Fakultas Keperawatan, Universitas Bhakti Kencana
  • Inggrid Dirgahayu Program Studi Sarjana Keperawatan, Fakultas Keperawatan, Universitas Bhakti Kencana

DOI:

https://doi.org/10.34011/juriskesbdg.v11i2.801

Keywords:

Seksio sesarea, aromaterapi jahe, mual muntah

Abstract

Mual dan muntah sering dialami oleh pasien post seksio sesarea, hal ini dapat diakibatkan oleh efek obat anastesi. Mual dan muntah bila tidak ditangani dapat berakibat pasien mengalami aspirasi dan kematian sehingga membutuhkan penanganan yang tepat. Tindakan keperawatan untuk mengurangi mual dan muntah salah satunya dengan pemberian aromaterapi jahe. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas pemberian aromaterapi jahe terhadap keluhan mual muntah pada pasien post seksio sesarea. Design penelitian pre-eksperimen dengan one group pretest – posttest. ehnik sampling menggunakan consecutive sampling dan didapatkan 27 pasien post seksio sesarea di Rumah Sakit Al Islam Bandung. Hasil penelitian didapatkan sebelum pemberian aromaterapi jahe keluhan mual muntah pada responden berada pada kategori mual muntah sedang 17 responden (63%) dan sesudah diberikan aromaterapi jahe sebagian besar kategori mual muntah sedang 19 responden (70,4%). Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon Match Pair Test didapatkan nilai p-value adalah 0,000 (α<0.05), yang berarti pemberian aromaterapi jahe dalam 5-10 menit dapat menurunkan keluhan mual dan muntah.ahe memiliki kandungan minyak atsiri yang berefek memblokir reflek muntah, dan gingerol yang dapat melancarkan darah dan menekan rasa mual muntah. Maka aromaterapi jahe dapat dijadikan sebagai alternatif pendamping terapi untuk mengurangi mual muntah.

References

1. Mitayani, 2013. Asuhan Keperawatan Maternitas. Jakarta: Salemba Medika
2. Fauzi, 2007. Operasi Caesar Pengantar dari a sampai z. Jakarta: Edsa Mahkota
3. World Health Organization. (2015). WHO statement on caesarean section rates, 2015, WHO Reference Number: WHO/RHR/15.02?
4. Molina, G., Weiser, T. G., Lipsitz, S. R., Esquivel, M. M., Uribe-Leitz, T., Azad, T., & Haynes, A. B. (2015). Relationship between cesarean delivery rate and maternal and neonatal mortality. Jama, 314(21), 2263-2270. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/26624825
5. Bobak, Lowdermilk, Jense. 2012. Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Jakarta: EGC.
6. Cunningham, F., Leveno, K., Bloom, S., Spong, C. Y., & Dashe, J. (2014). Williams obstetrics, 24e. Mc.Grow-Hill Professional
7. Miller R, Pardo Jr MC. 2011. Intravenous Anesthetics. In: Eilers H, editor. Basics of Anesthesia. 6th ed. Philadelphia. Elsevier Saunders.
8. Marshaban, Arif HM. 2013. Anestesia Inhalasi: Farmakologi – Aplikasi Klinik: PP Perdatin
9. Gundzik, K. (2008). Nausea and vomiting in the ambulatory surgical setting. Orthopaedic Nursing, 27(3), 182-188.
https://journals.lww.com/orthopaedicnursing/Abstract/2008/05000/Nausea_and_Vomiting_in_the_Ambulatory_Surgical.7.aspx Diunduh pada tanggal 18 Mei 2018
10. Supatmi, S., & Agustiningsih, A. (2014). Aromaterapi Pepermint Menurunkan Kejadian Mual dan Muntah Pada Pasien Post Operasi. Jurnal Kesehatan Karya Husada (JKKH), 2(2), 1-18.
11. Berman, A., Snyder, S., & Frandsen, G. (2016). Kozier & Erb's Fundamentals of Nursing: Concepts, process and practice. Boston, MA: Pearson.
12. Aklia, Susila. 2014. Keperawatan Medikal Bedah:Manajemen Klinis Untuk Hasil Yang Diharapkan Edisi 8 Buku 1. Jakarta: Salemba Medika
13. Primadiati, R. 2002. Aromaterapi: Perawatan Alami Untuk Sehat dan Cantik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
14. Benzie, Wachtel. 2011. Herbal Medicine (Biomolecular And Clinical Aspects).Second Edition. Taylor & Francis Group
15. Putri, A. D., Haniarti, H. N. I., & Usman, U. S. N. (2017). Efektifitas Pemberian Jahe Hangat Dalam Mengurangi Frekuensi Mual Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I. In Prosiding Seminar Nasional IKAKESMADA “Peran Tenaga Kesehatan dalam Pelaksanaan SDGs” (pp. 99-105). Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan.
16. Enikmawati, A. (2016). Pengaruh Aromaterapi Jahe Terhadap Mual Dan Muntah Akut Akibat Kemoterapi Pada Penderita Kanker Payudara Di Rs Pku Muhammadiyah Surakarta. Jurnal Kebidanan, 7(02).Diperoleh dari http://journal.stikeseub.ac.id/index.php/jkeb/article/view/174. Diunduh pada tanggal 18 Mei 2018.
17. Rüsch, D., Eberhart, L., Biedler, A., Dethling, J., & Apfel, C. C. (2005). Prospective application of a simplified risk score to prevent postoperative nausea and vomiting. Canadian Journal of Anesthesia, 52(5), 478. Diperoleh dari: https://link.springer.com/article/10.1007/BF03016526

Downloads

Published

2019-12-27

How to Cite

Hayati Husnul Khotimah, N. I., Nurhayati, Y., & Dirgahayu, I. (2019). PEMBERIAN AROMATERAPI JAHE SELAMA 5-10 MENIT MENURUNKAN KELUHAN MUAL MUNTAH PADA PASIEN POST SEKSIO SESAREA. Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung, 11(2), 326 -337. https://doi.org/10.34011/juriskesbdg.v11i2.801