PERBANDINGAN FIKSASI MENGGUNAKAN GULA PASIR TEBU DAN NEUTRAL BUFFER FORMALIN TERHADAP KEUTUHAN SEL

Authors

  • Nita Yulia Pratiwi Analis Kesehatan Poltekkes Bandung
  • Adang Durachim
  • Dani Mahmud
  • Agus Gusnandjar

DOI:

https://doi.org/10.34011/juriskesbdg.v11i2.742

Keywords:

Gula Pasir, Hematoksilin Eosin, Keutuhan sel Hati

Abstract

Formalin adalah zat fiksatif yang paling umum digunakan dalam diagnostik patologi. Ia mampu menampilkan morfologi, limfosit, detail inti, dan pewarnaan yang sangat baik. Namun, penggunaan formalin sebagai zat fiksasi rutin memberikan dampak  buruk bagi penggunanya. Standar pengaturan OSHA (Occupational Safety and Health Administration) menyatakan bahwa formalin adalah zat yang berbahaya, Paparan secara akut dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan. Selain itu ia juga dapat menimbulkan reaksi alergi dan karsinogenik pada pengguna. Oleh karenanya, dalam upaya untuk meminimalisir penggunaan formalin tersebut, beberapa penelitian menyebutkan bahwa pemanis alami seperti gula pasir dapat digunakan sebagai alternatif fiksasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan larutan gula pasir sebagai alternatif fiksasi dalam memfiksasi jaringan hati dilihat dari keutuhan sel berupa morfologi dan jumlah sel serta mencari konsentrasi optimum dari larutan tersebut dengan membandingkannya pada NBF 10%. Metode yang digunakan adalah Static Group Comparison. Penelitian ini menggunakan subjek hewan uji (kelinci) sebanyak 1 ekor. Data diperoleh dari hasil skoring pada saat pengamatan. Pengolahan data menggunakan Kruskal Wallis Mann Whithney pada konsentrasi glukosa 15% dan glukosa 5% menunjukan tidak ada perbedaan bermakna pada parameter jumlah vena sentral jika dibandingkan dengan NBF 10%. Sedangkan pada konsentrasi glukosa 10% jika dibandingkan dengan NBF 10% menunjukan tidak ada perbedaan bermakna pada parameter jumlah vena sentral dan triad portal, serta keutuhan vena sentral, triad portal, hapatosit, dan sinusoid. Dari analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa gula pasir dengan konsentrasi glukosa 10% dapat dijadikan sebagai alternatif fiksasi untuk mengamati keutuhan sel.

References

1. Bajpai , R.N. 1989. Histologi Dasar Edisi 4. Jakarta : Binapura Aksara
2. Khristian, Erick and Inderiati, Dewi. 2017. Bahan Ajar Teknologi Laboratorium Medis (TLM). Jakarta : Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan Badan Pengembangan Pemberdayaan Sumber Daya Kesehatan Edisi 2017.
3. Ariyadi, Tulus dan Suryono, Hadi. 2017. Kualitas Sediaan Jaringan Kulit Metode Microwave dan Convensional Histoprocessing Pewarnaan Hematoxylin Eosin. Vol.1.e-ISSN. Semarang : JLabMed.
4. Rhodes, Anthony. Fixation of tissues. [pengar. buku] John D Bancroft, Christopher Layton dan S. Kim Suvarna. 2013. Bancroft’s Theory and Practice of Histological Techniques. China : Elsevier Limited, hal. 70-78.
5. OSHA. Formaldehyde. s.l. : OSHA, 2011.
6. K, Lu, et al., et al. 2010. Distribution of DNA adducts caused by inhaled formaldehyde is consistent with induction of nasal carcinoma but not leukemia. Toxicological Sciences, hal. 441-451.
7. Lyon. 2006. IARC Monographs on the Evaluation Formaldehyde, 2-Butoxyethanol. France : WORLD HEALTH ORGANIZATION INTERNATIONAL AGENCY FOR RESEARCH ON CANCER
8. I KISAN. 2012. Sugarcane. I KISAN AgriInformatiics & Services. Nagarjuna Group. http://www.ikisan.com. [artikel]. [Internet, diakses: 23 Februari 2019.]
9. Ratnasari, Zainona, Baehaki, Ace dan Supriadi, Agus. 2014. Penggunaan Garam, Sukrosa, dan Asam Sitrat Konsentrasi Rendah untuk Mempertahankan Mutu Filet. Indralaya : FishtecH, (1), Vol. III.
10. Hidayat, FMT. 2015. Repository UNISBA. Repository UNISBA. Univesitas Islam Bandung, repository.unisba.ac.id. [artikel]. [Internet, diakses: 23 February 2019.]
11. Patil, Shankargouda, et al., et al. 2013. Revelation in the Field of Tissue Preservation – A Preliminary Study on Natural Formalin Substitutes. Journal of International Oral Health, hal. 31-38.

Downloads

Published

2019-07-18

How to Cite

Pratiwi, N. Y., Durachim, A., Mahmud, D., & Gusnandjar, A. (2019). PERBANDINGAN FIKSASI MENGGUNAKAN GULA PASIR TEBU DAN NEUTRAL BUFFER FORMALIN TERHADAP KEUTUHAN SEL. Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung, 11(2), 190-197. https://doi.org/10.34011/juriskesbdg.v11i2.742