PERBANDINGAN FIKSASI MENGGUNAKAN NBF 10% DAN MADU TERHADAP KEUTUHAN KOMPONEN JARINGAN HATI DENGAN PEWARNAAN HE

Authors

  • Sita Jumatin Arapahni Analis Kesehatan Poltekkes Bandung
  • Dani Mahmud
  • Agus Gusnandjar
  • Adang Durachim

DOI:

https://doi.org/10.34011/juriskesbdg.v11i2.748

Keywords:

fiksasi, madu sebagai alternatif, nbf 10%, glukosa

Abstract

ABSTRAK

Formaldehida bersifat karsinogen dalam bentuk 10% Neutral Buffered Formaline (NBF) adalah larutan yang paling banyak digunakan pada proses fiksasi untuk diagnosis Patologi. Madu memiliki sifat antioksidan, antimikroba, antiautolitik dan dapat mengeraskan jaringan .Madu  mudah didapatkan dan tanpa toksisitas telah dieksplorasi sebagai alternatif untuk formalin. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan fiksasi rutin dengan  menggunakan NBF 10%  dan  madu terhadap keutuhan komponen  jaringan hati dengan pewarnaan HE. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen  Static Group Comparison. Data primer diperoleh dari tahap skoring dan dianalisis menggunakan uji statistik Non Parametrik Kruskal Wallis, hasilnya terdapat perbedaan fiksasi rutin yang dinilai dari keutuhan komponen jaringan hati antar berbagai kelompok (p < 0.05) . Kemudian data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney, menunjukkan pada kelompok perlakuan madu 15% tidak ada perbedaan fiksasi rutin yang dinilai dari keutuhan komponen jaringan hati dengan nilai signifikansi 0.065 (p>0.05). Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa terdapat perbedaan fiksasi rutin antara NBF 10% dan madu. Dan kelompok madu konsentrasi 15% dapat digunakan sebagai alternatif larutan fiksasi.

References

1. Durachim A, Mahmud D. 2017. Sitohistoteknologi. Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Bandung
2. Bancroft JD, Gamble M. 2007. Theory and Practice of Histological Techniques . 6th ed. Churchill Livingstone, Edinburgh
3. IARC.1995. IARC monographs on the evaluation of carcinogenic risks to humans. In: Wood dust and Formaldehyde – evaluation of carcinogenic risks to humans. Vol. 62. Lyon.
4. Binetti R, Costamagna FM, Marcello I. 2006. Development of carcinogenicity classifications and evaluations: the case of formaldehyde. Ann Ist Super Sanita.
5. Paavilainen L, Edvinsson A, Asplund A, Hober S, Kampf C, Pontén F, et al. 2010. The impact of tissue fixatives on morphology and antibody-based protein profiling in tissues and cells. J HistochemCytochem.
6. Al-Maaini R, Bryant P. 2006. The Effectiveness of Honey as a Substitute for Formalin in the Histological Fixation of Tissue. The Journal of Histotechnology Vol 29, No 3
7. N Ozkan, E Salva, F Cakalagaoglu, B Tuzuner. 2011. Honey as a subtitute for formalin?. The biological stain commision biotechnic & histochemistry.
8. Buesa R, Peshkov M. 2012. How much formalin is enough to fix tissues?. Russian Federation. Annals of Diagnostic Pathology.
9. Mescher AL. 2010. Junquieira’s Basic Histology Text & Atlas. USA: The McGraw-Hill Companies
10. Molan PC.2001. Potential of honey in the treatment of wounds and burns. Am J ClinDermatol.
11. Sabarinath B, Sivapathasundharam B, Sathyakumar M.2013. Fixative properties of honey in comparison with formalin. J Histotechnol.
12. White, JW, Jr. 1975. Physical characteristics of honey. In: Crane, E., editor. Honey: a comprehensive survey. London: Heinemann.
13. Patil S, Premalatha B, Rao RS, Ganavi B. 2013. Revelation in the field of tissue preservation – a preliminary study on natural formalin substitutes. J Int Oral Health
14. Barnali M,Roopa SR,Shankargouda Patil. 2016. Tissue Preservation with Natural Fixatives:An Immunohistochemical Evaluation. World Journal of Dentistry
15. Diana Kuriachan et al. 2017. Analysis of Fixative Properties of Three Eco-friendly Substances: A Comparison with Formalin. Oral and Maxillofacial Pathology Journal
16. Ananthalakshmi Ramamoorthy et al. 2016. Natural Alternatives for Chemicals Used in Histopathology Lab- A Literature Review. Journal of Clinical and Diagnostic Research
17. Sona M et al .2017.A comparative study on the efficacy of honey and ethanol as cytological fixatives. International Journal of Advances in Medicine
18. Leong, A.S.-Y., 2005. Microwave technology for light microscopy and ultrastructural studies. Milestone, Bangkok.
19. Bansal V, Medhi B, Pandhi P. 2005. Honey -A remedy rediscovered and its therapeutic utility. Kathmandu Univ Med J

Downloads

Published

2019-07-19

How to Cite

Arapahni, S. J., Mahmud, D., Gusnandjar, A., & Durachim, A. (2019). PERBANDINGAN FIKSASI MENGGUNAKAN NBF 10% DAN MADU TERHADAP KEUTUHAN KOMPONEN JARINGAN HATI DENGAN PEWARNAAN HE. Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung, 11(2), 224-231. https://doi.org/10.34011/juriskesbdg.v11i2.748