OPTIMASI VOLUME TEMPLAT DNA DAN JUMLAH SIKLUS AMPLIFIKASI UNTUK DETEKSI Wuchereria bancrofti METODE REAL-TIME PCR

Authors

  • Anisa Safanah Analis Kesehatan Poltekkes Bandung
  • Ai Djuminar
  • Fusvita Merdekawati
  • Entuy Kurniawan
  • Ernawati Ernawati

DOI:

https://doi.org/10.34011/juriskesbdg.v11i2.741

Keywords:

Wuchereria bancrofti, templat DNA, siklus amplifikasi, nilai Ct (cycle threshold)

Abstract

Filariasis yang disebabkan oleh Wuchereria bancrofti masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Pemeriksaan mikroskopis darah sebagai gold standard memiliki beberapa kelemahan, sehingga diagnosis klinis berbasis Biologi Molekuler mulai dikembangkan, khususnya metode Real-Time PCR. Pada penelitian ini untuk  mencapai hasil terbaik dilakukan optimasi terhadap volume templat DNA dan jumlah siklus amplifikasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui berapa volume templat DNA dan jumlah siklus amplifikasi yang optimum untuk deteksi Wuchereria bancrofti dengan menggunakan metode Real-Time PCR. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu. Desain penelitian yang dilakukan yaitu dibuat matriks terhadap volume templat DNA dan jumlah siklus amplifikasi yaitu 2;30, 3;30, 4;30, 2;35, 3;35, 4;35, 2;40, 3;40, 4;40, kemudian dilakukan pemeriksaan dari produk templat DNA Wuchereria bancrofti. Analisis data menggunakan grafik hasil amplifikasi berupa nilai Ct (cycle threshold). Dari hasil penelitian menunjukkan kondisi optimal untuk volume templat DNA adalah 2µL, sedangkan untuk jumlah siklus amplifikasi adalah 35 siklus.

References

1. Pusat Data Informasi Kementerian Kesehatan RI. 2016. Filariasis: Situasi Filariasis di Indonesia Tahun 2015: Bulan Eliminasi Kaki Gajah (BELKAGA). Jakarta Selatan: Kementerian Kesehatan RI.
2. Menteri Kesehatan RI. 2014. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 94 Tahun 2014 tentang Penanggulangan Filariasis. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
3. Rao, Ramakrisna U., Laura J. Atkinson, Reda M. R. Ramzy, Hanan Helmy, Hoda A. Farid, Moses J. Bockarie, Melinda Susapu, Sandra J. Laney, Steven A. Williams, and Gary J. Weil. 2006. A Real-Time PCR-Based Assay For Detection Of Wuchereria bancrofti In Blood And Mosquitoes. NCBI.
4. Pestana, Ericka A., Sandor Belak, Adama Diallo, John R. Crowther, and Gerrit J. Viljoen. 2010. Early, Rapid and Sensitive Veterinary Molecular. London New York: Springer.
5. Edwards, K. J. 2009. Performing Real-Time PCR. Vol. 4, in Real-Time PCR: Current Technology and Applications, by Kirstin Edwards, Nick Saunders Julie Logan. London: Caister Academic Press.
6. Handoyo, Darmo, and Ari Rudiretna. 2001. Prinsip Umum dan Pelaksanaan Polymerase Chain Reaction (PCR).
7. Aqzayunarsih, Irma Andriani, Rosana Agus, and Onny Nurrahman Marwayana. Optimasi PCR: Konsentrasi Primer dan Volume Template DNA pada Amplifikasi mtDNA Ikan Medaka Oryzias spp. di Daerah Aliran Sungai (DAS) Maros.
8. QIAGEN, 2010. Critical Factors for Successful Real-Time PCR. California, USA: Sample & Assay Technologies.
9. Top Tip Bio. 2019. What Is A Cycle Threshold (Ct) Value In qPCR.

Downloads

Published

2019-07-18

How to Cite

Safanah, A., Djuminar, A., Merdekawati, F., Kurniawan, E., & Ernawati, E. (2019). OPTIMASI VOLUME TEMPLAT DNA DAN JUMLAH SIKLUS AMPLIFIKASI UNTUK DETEKSI Wuchereria bancrofti METODE REAL-TIME PCR. Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung, 11(2), 160-167. https://doi.org/10.34011/juriskesbdg.v11i2.741

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>