AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT PISANG AMBON (MUSA ACUMINATA COLLA) TERHADAP STAPHYLOCOCCUS AUREUS SECARA IN-VITRO

Authors

  • Rika Fitriani Nur Fajrina Analis Kesehatan Poltekkes Bandung
  • Ira Gustira Rahayu
  • Yeni Wahyuni
  • Mamat Rahmat

DOI:

https://doi.org/10.34011/juriskesbdg.v11i1.744

Keywords:

Ekstrak kulit pisang ambon, Staphylococcus aureus, Konsentrasi Hambat Minimum (KHM)

Abstract

Pisang mengandung antioksidan yang tinggi. Selain itu, kulit pisang juga memiliki kandungan kimia seperti alkaloid, flavonoid, saponin, fenol, juga terpenoid yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kulit pisang ambon, mengetahui variasi konsentrasi dari rentang 0%; 0,2%; 0,4%; 0,6%; 0,8%; dan 1% , juga mengetahui waktu kontak (waktu inkubasi) yang paling efektif. Waktu yang dipakai disesuaikan dengan kurva pertumbuhan bakteri yaitu  0 jam, 5 jam, 15 jam, 30 jam, dan 45 jam dengan 3 kali pengulangan sehingga terdapat 75 unit eksperimen termasuk kontrol positif dan negatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen. Metode yang digunakan adalah makrodilusi dengan pembuatan seri pengenceran pada tabung reaksi yang berisi media cair Mueller Hinton Broth (MHB) sebagai media yang dapat menumbuhkan bakteri Staphylococcus aureus dan sejumlah tertentu suspensi Staphylococcus aureus. Seri tabung diinkubasi pada suhu 37°C selama waktu tertentu dan diukur absorbannya menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 620 nm. Ekstrak kulit pisang ambon dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 0,4% dengan waktu kontak 30 jam.

References

1. Afandy, M. (2013, Desember 23). Manfaat Buah, Kulit, Batang, Hati, Akar, Daun, dan Bonggol Pisang Untuk Kesehatan Serta Cara Penggunaannya. Diambil kembali dari munsypedia.com: https://www.munsypedia.com/2013/12/manfaat-buah-kulit-batang-hati-akar.html
2. Astawan, M., & A. L, K. (2008). Khaiat Warna-Warni Makanan. Gramedia Pustaka Utama, 28-30.
3. Luthfie. (2018, 5 13). Pisang - Manfaat, Jenis, dan Informasi Penting Lainnya. Diambil kembali dari RAMESIA: https://ramesia.com
4. Atun, S., Arianingrum, R., Handayani, S., Rudyansah, & Garson, M. (2007). Identifikasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Senyawa Kimia dari Ekstrak Metanol Kulit Buah Pisang (Musa paradisiaca Linn.). Indo J. Chem, 83-87..
5. Dwidjoseputro. (1987). Dasar-Dasar Mikrobiologi. Djambatan.
6. Syahrurachman, A., Chatim, A., W. K, A. S., Karuniawati, A., Santoso, A., Harun, B. H., . . . Warsa, U. C. (1994). Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran. Jakarta: Binarupa Aksara.
7. Jawetz, Melnick, Adelberg's, Brooks, G. F., Butel, J. S., & Morse, S. A. (2001). MEDICAL MICROBIOLOGY. McGraw-Hill Companies Inc.
8. Balouiri, M. (2016). Methods for In-vitro Evaluating Antimicrobial Activity. Journal of Pharmaceutical Analysis, 71-79.
9. Baris, O., Gulluce, M., Sahin, F., Ozer, H., Kilic, H., Ozkan, H., . . . Ozbek, T. (2006). Biological Activities Of the Essential Oil and Methanol Extract Of Achillea Biebersteinii Afan. (Asteraceae). Turk. J. Biol, 65-73.
10. Luthfi, A. (2004). Kimia Lingkungan. Jakarta.

Downloads

Published

2019-07-19

How to Cite

Fajrina, R. F. N., Rahayu, I. G., Wahyuni, Y., & Rahmat, M. (2019). AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT PISANG AMBON (MUSA ACUMINATA COLLA) TERHADAP STAPHYLOCOCCUS AUREUS SECARA IN-VITRO. Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung, 11(1), 230-235. https://doi.org/10.34011/juriskesbdg.v11i1.744

Most read articles by the same author(s)