AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT PISANG MULI (Musa acuminata L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus METODE MAKRODILUSI

imellia putri deradjat, Ai Djuminar, Yeni Wahyuni, Ira Gustira Rahayu

Abstract

Penyakit karena infeksi dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain, dari hewan ke manusia dan disebabkan juga oleh mikrooganisme seperti, bakteri, jamur, virus dan parasit. Salah satunya adalah bakteri Staphylococcus aureus. Upaya pengendalian terhadap bakteri Staphylococcus aureus telah banyak dilakukan dengan adanya antibiotik. Namun penyalahgunaannya dapat menyebabkan resistensi dalam penggunaan jangka waktu lama. Untuk mengatasinya maka perlu mengembangkan antibakteri dari obat tradisional terutama bahan alamiah yang dapat digunakan sebagai alternatif pengganti obat antibakteri. Salah satunya adalah kulit pisang muli (Musa acuminata L.) sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi minimum ekstrak kulit pisang muli sebagai antibakteri dan waktu kontak yang efektif terhadap Staphylococcus aureus. Jenis penelitian ini adalah analitik laboratorik yang dilaksanakan pada bulan Maret 2019 hingga Mei 2019. Simplisia kulit pisang muli dilakukan dengan maserasi dengan etanol 96% kemudian dilakukan tahap freeze drying dibuat konsentrasi 0,2%, 0,4%, 0,6%, 0,8% dan 1%. Sampel uji dilakukan metode makrodilusi yaitu pegukuran absorban menggunakan spektrofotometer UV-Vis panjang gelombang 620 nm dengan lama waktu kontak 0 jam, 5 jam, 15 jam, 30 jam dan 40 jam. Data absorban dianalisis dalam bentuk tabel dan grafik kemudian dari rerata hasil absorban diperoleh konsentrasi minimum dan waktu kontak efek ekstrak kulit pisang muli. Hasil penelitian diperoleh bahwa ekstrak kulit pisang muli (Musa acuminata L.) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus adalah 0,4% dengan waktu kontak optimum 30 jam.

Full text article

Generated from XML file

References

1. WHO. (2014). Infectious Disease. Maternal Mortality: World Health Organization
2. James, J., Baker, C., & Swain, H. (2008). Prinsip - Prinsip Sains untuk Keperawatan. Jakarta: Erlangga.
3. Sari, Y. D., Djannah, S. N., & Nurani, L. H. (2010). Uji Aktvitas Antibakteri Infusa Daun Sirsak (Annona muricata L.) Secara In vitro Terhadap Staphylococcus aureus ATCC 35218 Serta Profil Kromatografi Lapis Tipisnya. Jurnal Kesmas, 4(3), 144-239. Retrieved Februari 20, 2019
4. Supartono. (2006). Pemeriksaan Staphylococcus aureus Pada Organ Dalam Hewan dan Bahan Makanan. 254-258. Retrieved Februari 20, 2019.
5. Riskesdas. (2013). Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
6. Utami, P., & Puspaningtyas, D. (2013). The Miracle of Herb. Jakarta: AgroMedia.
7. Ehiowemwenguan, G., Emoghene, A., & Inetianbor, J. (2014). Antibacterial and phytochemical analysis of Banana fruit peel. IOSR Journal Of Pharmacy, 4(8), 18-25.
8. Lina Susanti. (2006). Perbedaan Penggunaan Jenis Kulit Pisang Terhadap Kualitas Nata. Skripsi Sarjana Universitas Negeri Semarang.
9. Okoli, R., Turay, A., Mensah, J., & Aighe, A. (n.d.). Phytochemical an Antimicrobial Properties of Four Herb From Edos State. 1(5), 67-73.
10. Nurani, L. W. (2018). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Pisang Muli (Musa acuminata) Terhadap Methicillin Resistant Staphylococcus aureus.
11. Mazid, M., Mohamad, F., & Khan, T. A. (2011). Role of secondary metabolites in defense mechanisms of plants. (232-249).
12. CLSI. (2012, January). Methods for Dilution Antimicrobial Susceptibility Tests For bacteria That Grow Aerobically : Approved Standard. Clinical and Laboratory Standard Institute, 32(2). https://www.researchgate.net/publication/256541924_CLSI_broth_microdilution_method_for_testing_susceptibility.html
13. Susilowati, A., Setyaningsih, R., & K.S, D. S. (2019, Februari). Uji Aktivitas Antbakteri Esktrak Biji Kapulaga (Amomum copactum) terhadap Aeromonas hydrophila secara in vitro. Biofarmasi, 14(1). doi:10.13057/biofar/f140102
14. Pleczar, M., Chan, E., & Krieg, N. 1993. Microbiology. Fitfth Edition. Tata Mc Graw-Hill Publishing Company Limited.
15. Waroka, K. E., Wuisan, J., & Juliatri. (n.d.). Uji Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia Steenis) sebagai Antibakteri terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans. Jurnal E-GiGi (eG), 4(2), 155-159. Retrieved Mei 29, 2019
16. Jurnal Mikrobiologi. (2012, Maret 20). Uji Kepekaan terhadap Mikroba. Uji Sensitiivts. Retrieved Juni 17, 2019
17. Balouiri , M., Sadiki , M., & Ibnsouda , S. (2016). Methods for in vitro evaluating antimicrobial activity : a review. Journal of Pharmaceutical Analysis, 6(2), 9-71.

Authors

imellia putri deradjat
imelliaputri.d@gmail.com (Primary Contact)
Ai Djuminar
Yeni Wahyuni
Ira Gustira Rahayu
deradjat, imellia putri, Djuminar, A., Wahyuni, Y., & Rahayu, I. G. (2019). AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT PISANG MULI (Musa acuminata L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus METODE MAKRODILUSI. Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung, 11(1), 306-313. https://doi.org/10.34011/juriskesbdg.v11i1.770
Copyright and license info is not available

Article Details

Most read articles by the same author(s)