ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PELAKSANAAN QUALITY CONTROL DI LABORATORIUM

Muhammad Satrio Wicaksono, Sonny Feisal Rinaldi, Entuy Kurniawan, Sonny Feisal Rinaldi, Nani Kurnaeni

Abstract

Salah satu upaya yang harus dilakukan laboratorium untuk menghasilkan hasil pemeriksaan yang dapat dipercaya adalah dengan melakukan quality control (QC) yang dalam arti luas adalah suatu tindakan atau proses yang dilakukan untuk menjamin hasil pemeriksaan yang baik dan dapat dipercaya. Penelitian ini bertujuan untuk mencari faktor-faktor yang memiliki hubungan dengan pelaksanaan QC di laboratorium. Peneliti telah melakukan survei dengan kuesioner dengan jumlah populasi sebesar 30 laboratorium yang berada di wilayah Kota Bandung. Data yang didapat diolah menggunakan analisis univariat untuk menggambarkan pelaksanaan QC dan bivariat (chi-square) untuk mencari hubungan antara faktor-faktor dengan pelaksanaan QC di laboratorium. Kesimpulan yang didapat dari survey tersebut adalah sebagian besar laboratorium belum menerapkan QC atau sebesar 72% (21). Selain itu, dari survei ini didapatkan faktor yang paling berhubungan dengan implementasi QC di laboratorium, yaitu faktor kebijakan manajemen (sig 0,024), sedangkan faktor sarana dan prasarana (sig 0,642) serta pengetahuan ATLM terhadap QC (sig 0,561) tidak berpengaruh signifikan terhadap terlaksananya QC di laboratorium.

Full text article

Generated from XML file

References

1. Kendali Mutu Laboratorium Kesehatan Dalam Upaya Meningkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan. Girsang, Merryani. 1998, Media Litbangkes, Vol. VIII.
2. Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 46 Tahun 2015 Tentang Akreditasi Puskesmas, Klinik Pratama, Tempat Praktek Mandiri Dokter, dan Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi. Jakarta : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2015.
3. Westgard, Sten. Westgard QC. [Online] Juni 2017. [Cited: Januari 10, 2018.] https://www.westgard.com/great-global-qc-survey-results.htm.
4. Nurhayati, Betty, Rinaldi, Sonny F. and Hayati, Eem. PENGGUNAAN SOFTWARE PROGRAM PENGENDALIAN MUTU LABORATORIUM PUSKESMAS DI KOTA CIMAHI. Cimahi : Poltekkes Kemenkes Bandung, 2018.
5. International Organization for Standardization. ISO 15189:2012 Laboratorium Medik - Persyaratan Mutu dan Kompetensi. Jakarta : Badan Standarisasi Nasional, 2012.
6. Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Permenkes Nomor 37 Tahun 2012. Jakarta : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2012.
7. TDR/WHO. Handbook: Good Laboratory Pratice quality practices for regulated non-clinical research and development 2nd edition . 2009.
8. The Effects of Quality Management System on Patient Safety Culture. TAS, Yunus, Akpinar, Ali Talip and ISCI, Emre. 2, 2016, Research Journal of Poltics,Econimic anda Management, Vol. 4, pp. 239-254.

Authors

Muhammad Satrio Wicaksono
wicaksonosatriomuhammad@gmail.com (Primary Contact)
Sonny Feisal Rinaldi
Entuy Kurniawan
Sonny Feisal Rinaldi
Nani Kurnaeni
Wicaksono, M. S., Rinaldi, S. F., Kurniawan, E., Rinaldi, S. F., & Kurnaeni, N. (2019). ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PELAKSANAAN QUALITY CONTROL DI LABORATORIUM. JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, 11(2), 218-223. https://doi.org/10.34011/juriskesbdg.v11i2.746
Copyright and license info is not available

Article Details