Formulasi Makanan Enteral Berbasis Tepung Tempe Sebagai Alternatif Makanan Enteral Tinggi Protein

Fida Husnul Faidah, Yenny Moviana, Nitta Isdiany, Surmita Surmita, Putri Widi Hartini

Abstract

Malnutrisi merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi rumah sakit dalam upaya penyembuhan pasien. Pasien malnutrisi yang tidak mampu memenuhi kebutuhan gizi dari makanan direkomendasikan untuk diberikan makanan enteral. Tempe sebagai sumber protein nabati dapat dijadikan bahan baku alternatif pembuatan makanan enteral tinggi protein yang lebih ekonomis dibandingkan makanan enteral komersial. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan menggunakan bahan dasar tepung tempe. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh imbangan tepung tempe terhadap sifat organoleptik dan sifat fisik makanan enteral. Penelitian ini dilakukan dengan pengujian mutu hedonik dan osmolalitas terhadap 3 imbangan makanan enteral. Hasil penelitian menunjukkan makanan enteral berbasis tepung tempe memiliki sifat organoleptik warna putih kekuningan, rasa manis, aroma sedikit beraroma khas tempe, dan kekentalan cair. Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan terdapat pengaruh formulasi imbangan tepung tempe dan susu skim terhadap warna (p:0,002), rasa (p:0,001), dan aroma (p:0,000). Osmolalitas produk yang dihasilkan diatas batas ideal yang dianjurkan. Untuk mengembangkan produk diperlukan formulasi dengan penggunaan bahan-bahan yang memiliki osmolalitas rendah.


 

Full text article

Generated from XML file

References

1. Stratton R, Smith T, Gabe S. Managing malnutrition to improve lives and save money. 2018 p. 1–16.
2. Kang MC, Kim JH, Ryu S, Moon JY, Park JH, Park JK, et al. Prevalence of Malnutrition in Hospitalized Patients : a Multicenter Cross-sectional Study. J Korean Med Sci. 2018;33(2):1–10.
3. Ray S, Laur C, Golubic R. Malnutrition in healthcare institutions: A review of the prevalence of under-nutrition in hospitals and care homes since 1994 in England. Clin Nutr. 2014;33(5):829–35.
4. Kusumayanti IGA, Hadi H, Susetyowati. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Malnutrisi Pasien Dewasa Di Ruang Rawat Inap Rumahsakit. J Gizi Klin Indones. 2004;1(1):9–17.
5. Stratton RJ, Elia M. Conference on ‘ Malnutrition matters ’ Symposium 2 : The skeleton in the closet : malnutrition in the community Encouraging appropriate , evidence-based use of oral nutritional supplements. In: Proceedings of the Nutrition Society Proceedings of the Nutrition. 2010. p. 477–87.
6. Weiss AJ, Ph D, Fingar KR, Ph D, Barrett ML, Elixhauser A, et al. Characteristics of Hospital Stays Involving Malnutrition, 2013. 2016;336(7639):1–21.
7. Mazumder AR, Begum AA. Soymilk as source of nutrient for malnourished population of developing country : A review. Int J Adv Sci Tech Res. 2016;5(6):192–203.
8. Mursyid. Kandungan Zat Gizi dan Nilai Gizi Protein Tepung Tempe Kedelai Lokal dan Impor Serta Aktivitas Antioksidannya. Bogor; 2014.
9. Bastian F, Ishak E, Tawali AB, Bilang M. Daya Terima dan Kandungan Zat Gizi Formula Tepung Tempe dengan Penambahan Semi Refined Carrageenan (SRC) dan Bubuk Kakao. J Apl Teknol Pangan. 2013;2(1):5–8.
10. Puryatni A. Pengaruh Substitusi Tepung Tempe pada F100 terhadap Saturasi Transferin. J Kedokt Brawijaya. 2010;26(2):101–6.
11. Kholidah D, Prawirohartono E paryanto, Nisa FZ. Pemberian Makanan F100 dengan Bahan Subsitusi Tepung Tempe Terhadap Status Protein Pasien Anak dengan Gizi Kurang. J Gizi Klin Indones. 2013;10(02):92–100.
12. Asosiasi Dietisien Indonesia (AsDI) Cabang Jawa Barat. Panduan Pemberian Makanan Enteral. 2005.
13. Abdullah K, Wuri D. Karakteristik Minuman Sari Tempe dengan Penambahan Rasa Vanila Characteristics of Tempeh Drink with Vanilla Flavour. 2016;33(1):1–8.
14. Kokkinidou S, Peterson D, Bloch T, Bronston A. The important role of carbohydrates in the flavor, function, and formulation of oral nutritional supplements. Nutrients. 2018;10(6).
15. Wang G, Hayes J, Ziegler G, Roberts R, Hopfer H. Dose-Response Relationships for Vanilla Flavor and Sucrose in Skim Milk: Evidence of Synergy. Beverages. 2018;4(4):73.
16. Saati EA, Winarsih S. Perbaikan Mutu Sari Kedelai Varietas Lokal ( Glycine max ( L ) Merrill ) Unggul Dengan Metode Perendaman dan Essence Alami. 2015;(L):793–801.
17. Winarno F. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama; 1997.
18. Zadak Z, Kent-Smith L. Basics in clinical nutrition: Commercially prepared formulas. E Spen Eur E J Clin Nutr Metab. 2009;4:212–5.
19. Henriques GS, Miranda LAV de O, Generoso S de V, Guedes EG, Jansen AK. Osmolality and pH in handmade enteral diets used in domiciliary enteral nutritional therapy. Food Sci Technol [Internet]. 2017;37(suppl 1):109–14. Available from: http://www.scielo.br/scielo.php?script=sci_arttext&pid=S0101-20612017000500109&lng=en&tlng=en
20. Savino P. Knowledge of Constituent Ingredients in Enteral Nutrition Formulas Can Make a Difference in Patient Response to Enteral Feeding. Nutr Clin Pract. 2018;33(1):90–8.
21. Anonim. Tepung Tempe sebagai Bahan Pangan Malnutrisi pada Anak. 2014;2014.

Authors

Fida Husnul Faidah
fidahusnulf@gmail.com (Primary Contact)
Yenny Moviana
Nitta Isdiany
Surmita Surmita
Putri Widi Hartini
Faidah, F. H., Moviana, Y., Isdiany, N., Surmita, S., & Hartini, P. W. (2019). Formulasi Makanan Enteral Berbasis Tepung Tempe Sebagai Alternatif Makanan Enteral Tinggi Protein. JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, 11(2), 67-74. https://doi.org/10.34011/juriskesbdg.v11i2.702
Copyright and license info is not available

Article Details

Most read articles by the same author(s)