INOVASI SHERBET WORTEL DAN UBI JALAR CILEMBU UNTUK MENINGKATKAN ASUPAN VITAMIN A DAN KALSIUM BALITA

Authors

  • Nadhifa Aisyah Amalia Rachmi Poltekkes Kemenkes Bandung
  • Tita Ratna Sari
  • Osman Syarief
  • Widartika Widartika
  • Agustina Indri Hapsari

DOI:

https://doi.org/10.34011/juriskesbdg.v11i2.677

Keywords:

Beta-Karoten, Kalsium, Carcium Sherbet, Sifat Organoleptik.

Abstract

Gangguan gizi pada balita dapat mengakibatkan terganggunya tumbuh kembang anak. Pemenuhan asupan zat gizi pada anak tidak hanya berfokus pada asupan zat gizi makro, namun juga asupan zat gizi mikro seperti vitamin A dan kalsium. Nadimin (2011), menyatakan bahwa dari 46 anak balita, terdapat 37 anak (80.4%) dengan tingkat kecukupan konsumsi vitamin A kurang. Menurut WHO, pada beberapa negara berkembang rata - rata asupan kalsium balita berkisar pada 300 - 400 mg per hari, kategori kurang jika dibandingkan dengan AKG. Ubi jalar Cilembu dan wortel merupakan contoh bahan makanan dengan kadar vitamin A dan kalsium yang cukup tinggi. Melihat hal tersebut, dilakukan diversifikasi pangan  untuk mendapatkan produk baru (Carcium Sherbet) yang memiliki kadar beta-karoten (provitamin A) dan kalsium yang tinggi sebagai pangan fungsional yang baik untuk menjadi makanan selingan balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat produk Carcium Sherbet sebagai pangan fungsional dan alternatif makanan tinggi beta-karoten dan kalsium. Desain penelitian ini adalah studi eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Metode penelitian menggunakan uji organoleptik, studi literatur untuk mengetahui kadar beta karoten, dan kompleksometri untuk mengukur kadar kalsium. Penelitian ini melibatkan 30 panelis agak terlatih yang merupakan mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Bandung. Formulasi produk ini terdiri dari 3 imbangan (%) F1 (25 : 75), F2 (50 : 50), F3 (75 : 25). Hasil uji Kurskall Walis menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna di semua aspek organoleptik. Semakin tinggi jumlah wortel, semakin tinggi kadar beta-karoten dan kalsium yang terkandung dalam produk. Semakin tinggi kadar ubi jalar Cilembu, semakin lembut produk yang dihasilkan.

References

1.Tarigan. 2003. Faktor-faktor yang berhubungan dengan Status Gizi Anak Umur 3-36 bulan sebelum dan saat Krisis Ekonomi di Jawa Tengah. Buletin Penelitian Kesehatan Depkes RI.
2.Riskesdas. 2013. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI.
3.SDKI. 2012. Indonesia Demographic Health Survey. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
4.James L. Gibson, et.al., 2012. Organization: Behaviour, Structure, Processes. New York: McGraw-Hill Companies, Inc.
5.Auliana, Rizqie. 2011. Gizi Seimbang dan Makanan Sehat untuk Anak Usia Dini.
6.WHO. 2011. Guideline: Vitamin A suplementation in infants and children 6-59 months age.
7.Nadimin, dkk. 200. Asupan Sumber Vitamin A Alami pada Anak Balita. Makassar : Poltekkes Kemenkes Makassar
8.Kemenkes RI. 2013. Angka Kecukupan Gizi (AKG). Jakarta : Kemenkes RI
9.Pettifor, John M. 2014. Vitamin D Deficiency and low dietary calcium intakes. South Africa : University of Witwaterstrand.
10.Winarno F.G. 2004. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
11.Kemenkes RI. 2018. Daftar Komposisi Pangan Indonesia. Dikutip dari panganku.id diakses pada September 2018
12.Arbuckle, W. S. 1986. Ice Cream Fourth Edition. New York: Springer
13.Badan Standarisasi Nasional. 2006. Petunjuk Pengujian Organoleptik dan atau Sensori.
14.Lofoodie.wordpress.com/strawberry-sherbet (Diakses pada 23 April 2019)
15.Islam, Syekh Nazur. 2016. Carotenoids and Beta-carotenes in orange flashed sweet potato. Bangladesh: University of dhaka
16.Ullah, Naseem, dkk. 2011. Composition and isolation of beta carotene from different vegetables. Pakistan : University of Mansera
17.Khopar. 2012. Konsep Dasar Kimia Analitik. Jakarta : UI Press.
18.Charley, Helen, 1982. Food Science 2nd ed. New York : John Willey and Sons.
19.Appleton, Amber, etc. 2013. Crash Course Nutrition and Metabolism 4th Edition. London : Elsevier.
20.Mabrouk, A. M., 1973. Carrot flavor. Sugars and free nitrogenous compounds in fresh carrots.
21.Kemenkes RI. 2018. Daftar Komposisi Pangan Indonesia. Dikutip dari panganku.id diakses pada September 2018
22.Sarwono. 2007.Ubi Jalar. Jakarta: Penebar Swadaya
23.Otten JJ, Hellwig JP, Meyers LD, eds. 2006. Dietary Reference Intakes: The Essential Guide to Nutrient Requirements. Washington, DC: The National Academies Press.
24.Kemenkes RI. 2013. Angka Kecukupan Gizi (AKG). Jakarta : Kemenkes RI

Downloads

Published

2019-07-11

How to Cite

Amalia Rachmi, N. A., Sari, T. R., Syarief, O., Widartika, W., & Hapsari, A. I. (2019). INOVASI SHERBET WORTEL DAN UBI JALAR CILEMBU UNTUK MENINGKATKAN ASUPAN VITAMIN A DAN KALSIUM BALITA. Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung, 11(2), 118-129. https://doi.org/10.34011/juriskesbdg.v11i2.677

Most read articles by the same author(s)